Review Film ‘Pesta Babi’: Ketika Kolonialisme Tidak Pernah Mati dan Hanya Berganti Nama
Poster film “Pesta Babi” Minggu, 17 Mei 2026 — Emosi usai menonton film biasanya tidak seragam antara satu kepala dengan yang lainnya. Beberapa film akan membuat kita kagum, ada yang membuat kita menangis, ada yang kita lupakan begitu saja setelah lampu bioskop menyala. Tapi ada juga film yang tidak memberi pilihan selain marah—karena hal di dalamnya memaksa kita melihat sesuatu yang selama ini sengaja dibuat tak terlihat. Saya teringat bagaimana Avatar membingkai perebutan tanah sebagai kolonialisme fiksi. Lalu Blood Diamond memperlihatkan bagaimana perang dan industri bisa saling menghidupi. Bahkan The Constant Gardener pernah mengingatkan bahwa di balik proyek “kemajuan”, selalu ada tubuh-tubuh yang dikorbankan. Tapi tidak satu pun dari film itu benar-benar sebanding dengan rasa tidak nyaman yang saya rasakan setelah menonton ‘Pesta Babi’ , dokumenter garapan Cypri Dale dan Dandhy Laksono. Karena ini bukan fiksi yang lahir dari imajinasi, bukan alegori dalam karya sastra, bu...



